Pengen Paham Macapat Sinom? Nih 7 Contoh Singkat Beserta Artinya!
Hai, Sobat Budaya! Pernah denger Tembang Macapat? Atau malah udah jago nembang? Macapat itu salah satu jenis tembang tradisional Jawa yang punya aturan bakuh dan guru lagu yang njlimet abis. Nah, di antara macem-macem jenis Macapat, Sinom ini termasuk yang populer banget. Kenapa? Karena nadanya yang luwes dan biasanya dipakai buat cerita atau menyampaikan nasihat. Penasaran kan gimana sih contohnya? Yuk, kita bahas bareng-bareng!
Apa Sih Tembang Macapat Sinom Itu?
Sebelum ke contoh-contohnya, kita kenalan dulu sama Sinom, yuk! Sinom berasal dari kata si dan anom yang artinya muda atau remaja. Tembang Sinom ini biasanya menggambarkan perasaan gandrung, birahi, atau percintaan yang lagi bersemi-semi kayak anak muda. Tapi, nggak cuma itu aja, lho! Sinom juga bisa dipake buat menyampaikan nasihat, petuah, bahkan cerita pewayangan. Fleksibel banget, kan?
Ciri Khas Tembang Sinom
Gimana sih cara bedain Sinom dari tembang Macapat lainnya? Nah, ini dia ciri khasnya:
- Guru Gatra: 9 (artinya, satu bait Sinom terdiri dari 9 baris)
- Guru Wilangan: 8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, 12 (jumlah suku kata di setiap barisnya)
- Guru Lagu: a, i, a, i, i, u, a, i, a (vokal di akhir setiap barisnya)
Inget-inget ya, Sobat, biar nggak ketuker sama tembang Macapat lainnya!
7 Contoh Tembang Macapat Sinom Bahasa Jawa dan Terjemahannya Singkat
Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang paling ditunggu-tunggu, yaitu contoh-contohnya! Berikut ini 7 contoh Tembang Macapat Sinom singkat beserta artinya yang bisa kamu pelajari:
Contoh 1: Tentang Nasihat Orang Tua
java
Mumpung sira isih anom,
Gunem ingkang becik-becik,
Aja seneng gawe gething,
Aja drengki srei iri,
Kang den emut,
Sing prasaja,
Aja sulaya,
Ing pitutur,
Wulahing becik mring wong tuwa.
Terjemahan: Selagi kamu masih muda, biasakanlah berbicara yang baik-baik. Jangan suka membuat permusuhan, jangan dengki dan iri hati. Yang perlu diingat, hiduplah sederhana, jangan mengingkari nasihat, agar kelak mendapat kebaikan karena berbakti kepada orang tua.
Contoh 2: Tentang Keindahan Alam
java
Hawane resik endah peni,
Manuk podang nembang muni,
Angin sumilir semriwing,
Kembang-kembang padha mekar,
Akeh werni,
Mracihnani,
Endahing bumi,
Karya Gusti,
Kudu dijaga lestari.
Terjemahan: Udaranya bersih indah mempesona, burung podang berkicau merdu, angin berhembus sepoi-sepoi, bunga-bunga bermekaran, berbagai macam jenisnya, menghiasi keindahan bumi, ciptaan Tuhan, harus dijaga kelestariannya.
Contoh 3: Tentang Pentingnya Belajar
java
Sinau kang tenanan,
Tansah sregep sinau buku,
Mrih jejibahan bisa,
Nganggo kawruh kang nyata,
Dadi pinuji,
Ing madyaning,
Bebrayan agung,
Kang luhur budi,
Ora gampang kapitunan.
Terjemahan: Belajarlah dengan sungguh-sungguh, selalu rajin belajar buku, agar kewajiban bisa dilaksanakan, dengan menggunakan ilmu pengetahuan yang nyata, agar dipuji, di tengah masyarakat luas, yang berbudi luhur, tidak mudah tertipu.
Contoh 4: Tentang Cinta Tanah Air
java
Bangsa lan negaraku,
Indonesia kang cintakaku,
Aku tresna marang sliramu,
Njaga negri kang suci iki,
Kudu teguh ati,
Ora kendhat,
Mbangun nagari,
Kang adil makmur,
Gemah ripah loh jinawi.
Terjemahan: Bangsa dan negaraku, Indonesia yang kucintai, aku cinta kepadamu, menjaga negeri yang suci ini, harus teguh hati, tak henti-hentinya, membangun negeri, yang adil makmur, gemah ripah loh jinawi.
Contoh 5: Tentang Persahabatan
java
Kanca sejati iku,
Seneng susah dilakoni,
Bebarengan ora kendhat,
Mbangun paseduluran kang teguh,
Ora mung pamrih,
Nanging tulus,
Ikhlas ing ati,
Tanpa pamrih,
Sahabat sejati.
Terjemahan: Sahabat sejati itu, senang susah dijalani bersama, tidak pernah berhenti, membangun persaudaraan yang kokoh, tidak hanya pamrih, tetapi tulus, ikhlas di hati, tanpa pamrih, sahabat sejati.
Contoh 6: Tentang Kehidupan
java
Urip ing donya iki,
Akeh coba lan godha,
Kudu tansah eling lan waspada,
Aja gampang kleru,
Ngudi kabecikan,
Tansah sabar,
Narimo ing pandum,
Gusti Kang Murbeng Dumadi,
Kang paring pituduh dalan.
Terjemahan: Hidup di dunia ini, banyak cobaan dan godaan, harus selalu ingat dan waspada, jangan mudah keliru, menggapai kebaikan, selalu sabar, menerima pemberian Tuhan Yang Maha Esa, yang memberi petunjuk jalan.
Contoh 7: Tentang Berbakti Kepada Guru
java
Guru iku pahlawan,
Tanpa pamrih mbabar ilmu,
Kanggo nuntun anak putu,
Supaya dadi wong becik,
Mulya ing budi,
Luwih utama,
Saka bandha donya,
Ilmu kang luhur,
Dijenengi guru sejati.
Terjemahan: Guru itu pahlawan, tanpa pamrih menyebarkan ilmu, untuk membimbing anak cucu, supaya menjadi orang baik, mulia budi pekertinya, lebih utama, dari harta dunia, ilmu yang luhur, disebut guru sejati.
Tips Memahami Tembang Macapat Sinom
- Dengarkan dengan seksama: Coba dengarkan tembang Sinom yang dinyanyikan, agar lebih mudah memahami cengkok dan nadanya. Banyak kok rekamannya di internet!
- Pelajari guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu: Pahami aturan-aturan dasarnya, biar nggak bingung saat membaca atau menulis Sinom.
- Pahami kosakata Jawa: Perbanyak kosakata bahasa Jawa, terutama krama inggil, karena sering digunakan dalam tembang Macapat.
- Latihan secara rutin: Rajinlah membaca dan mencoba menulis tembang Sinom, biar makin lancar dan terbiasa.
Kesimpulan
Nah, itu tadi 7 contoh Tembang Macapat Sinom singkat beserta artinya. Gimana, Sobat? Udah mulai paham kan? Meskipun terkesan njlimet, tapi kalau dipelajari pelan-pelan pasti bisa kok. Tembang Macapat ini merupakan warisan budaya yang berharga, jadi yuk kita lestarikan bersama!
Jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu ya! Kalo ada pertanyaan atau mau request contoh Tembang Macapat lainnya, tulis aja di kolom komentar di bawah. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Posting Komentar